Pembina PP LMI: Stop! Jangan Jadi Pejuang Organisasi yang Baperan, Nanti Rugi!

- Sabtu, 30 April 2022 | 01:34 WIB
Antusias PC LMI Mojokerto Raya dalam mengikuti diskusi asik pada Kamis (28/04/2022) berlokasi di Auditorium Al Mansyur (Riandra/LMI Mojokerto)
Antusias PC LMI Mojokerto Raya dalam mengikuti diskusi asik pada Kamis (28/04/2022) berlokasi di Auditorium Al Mansyur (Riandra/LMI Mojokerto)

Mojokerto, LenteraTimes.com - "Pemimpin hebat adalah seseorang yg dapat mengajak anggotanya mencintai organisasinya. Jika mereka merasa memiliki dan dimiliki, menjadi bagian dan mendapatkan tempat, mereka telah menjadi harmoni indah berjalannya suatu roda kepengurusan. Tapi, menjaga cinta itu bukanlah suatu hal yg mudah. Meraih dan mendapatkan lebih mudah ketimbang mempertahankan," tutur Sekretaris Pembina PP Lentera Muda Indonesia (LMI) Mochamad Shofiyuddin, S.Sos., M.Pd.

Baca Juga: Lentera Muda Indonesia Kolaborasi PAC ISNU Kemlagi Adakan Buka Bersama dan Refleksi Ramadan

Diskusi asik turut membersamai dalam kegiatan buka bersama, bagi takjil dan refleksi ramadan yang diadakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Lentera Muda Indonesia (LMI) Mojokerto Raya berkolaborasi dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Kemlagi yang berlangsung di Auditorium Al Mansyur Kemlagi Mojokerto pada Kamis (28/04/2022).

Diskusi asik dalam bingkisan buka bersama dan refleksi ramadan kolaborasi PC LMI Mojokerto Raya dengan PAC ISNU Kecamatan Kemlagi (Riandra/LMI Mojokerto)
Diskusi asik itu diisi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) LMI Tegar Herlambang, Sekretaris Pembina PP LMI Mochamad Shofiyuddin, S.Sos., M.Pd dan anggota Pembina PP LMI Hanif Moh Bisyri, S.Pd.

Penguatan karakter dan penjelasan konsep organisasi dijabarkan dengan pembawaan yang santai dengan diselimuti guyonan menjadikan audiens tidak spanneng atau tegang dalam mengikuti diskusi asik.

Baca Juga: Ketua Umum PP LMI: Mari Kita Menyongsong Aksi-aksi Perubahan bersama Para Perintis Pergerakan!

"Ada tiga jenis manusia yang ada di dalam organisasi yakni inspiratif dan mau terjun menyukseskan segala hal didalam organisasi, datang disaat ada kegiatan dan mengedepankan eksistensi, sekadar numpang nama dan menjadi beban organisasi. Sekarang kalian pilih yang mana? Mengingat kita tidak bisa memaksakan semua orang untuk menjadi yang ada di poin pertama, mari kita renungkan bersama," tutur Sekretaris Pembina PP LMI itu.

Diskusi asik dalam bingkisan buka bersama dan refleksi ramadan kolaborasi PC LMI Mojokerto Raya dengan PAC ISNU Kecamatan Kemlagi (Riandra/LMI Mojokerto)
Hanif juga menekankan bahwa sebagai sosok pejuang organisasi, kita tidak boleh mudah baper, dalam artian gampang tersinggung yang akhirnya tidak mendapatkan berkah dari organisasi itu sendiri. Pun juga harus tetap melanjutkan langkah meskipun halang rintang menghadang.

"Seberat apapun dan sesusah apapun keadaannya, teruslah untuk tetap tegak dan melangkah. Meski kau harus terjatuh berulang kali, meski harus merangkak berkali-kali. Tetap sabar, hadapi, jalani serta syukuri."

"Saya mempunyai pesan untuk kalian sebagai pejuang organisasi, jangan gampang baper atau tersinggung, kenapa? Karena akan merusak diri sendiri dan organisasi. Cukup fokus mengembangkan potensi yang ada dalam diri dan mengharumkan marah organisasi," tutup Hanif.

Halaman:

Editor: Isnawati

Tags

Terkini

Yudo Margona Lakukan Mutasi Besar 223 Perwita TNI

Jumat, 20 Januari 2023 | 15:00 WIB

Kota Bogor Telah Diguncang Gempa Magnitudo 5

Minggu, 15 Januari 2023 | 06:41 WIB
X