Ini Dia Batik Parang yang Dilarang di Nikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono

- Rabu, 7 Desember 2022 | 12:58 WIB
Ini dia Batik Parang yang tidak boleh digunakan di Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono (IStockphoto.com)
Ini dia Batik Parang yang tidak boleh digunakan di Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono (IStockphoto.com)

LENTERATIMES - Batik Parang adalah jenis pola batik Jawa. Batik parang disebut juga batik kraton karena hanya digunakan pada acara-acara adat tertentu di lingkungan kerajaan.

Lantas, bagaimana perkembangan batik parang di Indonesia? Simak ulasannya di bawah ini.

Tentang Batik Parang

Mengutip jurnal "Makna Motif Batik Parang Sebagai Ide dalam Perancangan Interior" oleh Sella Kristie, Tessa Eka Darmayanti, dan Sriwinarsih Maria Kirana, salah satu pola tertua di Indonesia. Kata parang berasal dari kata Jawa "pereng", yang menggambarkan lekukan yang menyerupai gelombang di laut.

Baca Juga: Starbucks Resmi Buka Gerai Pertama yang Pakai Bahasa Isyarat di Indonesia

Batik Parang adalah batik kerajaan

Pola pada Batik Parang menggambarkan kekuatan dan pertumbuhan yang digunakan oleh raja. Oleh karena itu, batik parang juga dikenal sebagai batik terlarang atau batik keraton karena rata-rata orang tidak bisa memakainya.

Disebut batik larangan karena pada saat itu Batik Parang tidak boleh digunakan di luar Keraton Mataram. Hal itu karena pedagang ingin menggabungkan motif parang dengan motif lain (alternatif dari parang).

Seiring berjalannya waktu, batik parang kini sudah banyak digunakan oleh masyarakat luas untuk berbagai keperluan. Batik Parang sering digunakan sebagai bahan pakaian untuk acara undangan atau acara resmi lainnya.

Halaman:

Editor: Zahra Fitria Rozi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yudo Margona Lakukan Mutasi Besar 223 Perwita TNI

Jumat, 20 Januari 2023 | 15:00 WIB

Kota Bogor Telah Diguncang Gempa Magnitudo 5

Minggu, 15 Januari 2023 | 06:41 WIB
X